Selasa, Januari 19, 2010

Tendangan Pisang dan Bola Rotairo



Mau tahu apa yang dilakukan oleh Kapten tim Inggris David Beckham sebelum bertanding pada pertandingan pertamanya di Piala Eropa 2004? Beckham berlatih tendangan bebas sendirian! Ternyata ia sedang mempersiapkan tendangan pisangnya yang begitu terkenal. Ketika Beckham melakukan tendangan bebas dari jarak 30 meter. Bola yang ditendang akan melengkung ke samping seperti bentuk pisang, melewati pagar betis pemain lawan dan meluncur secara cepat masuk gawang membuat kiper-kiper terbengong-bengong. Kiper-kiper ini dibuat tidak mengerti mengapa bola itu bisa melengkung ke samping, mereka sukar mengantisipasi arah lengkungan bola ini (Gb 1).



Bagaimana Beckham melakukan tendangan ini? Cukup sederhana. Tetapi butuh pengetahuan fisika yang lumayan (makanya rajin belajar fisika). Beckham menyontek bola sedikit dibawah pusat berat bola dengan ujung sepatunya (Gb 2). Sontekan model ini akan membuat bola melambung sambil berputar (spin). Ketika bola bergerak, aliran udara mengalir berlawanan arah dengan arah gerak bola. Putaran atau spin bola akan mempercepat aliran udara di daerah A dan memperlambat kecepatan aliran udara di daerah B sehingga kecepatan udara di daerah A lebih besar dibandingkan dengan kecepatan udara di daerah B (Gb.3). Nah menurut fisika (hukum Bernoulli), udara yang bergerak lebih cepat, tekanannya lebih rendah. Perbedaan tekanan udara antara daerah A dan B akan menimbulkan gaya tekan yang arahnya dari B ke A. Akibatnya ... tahu sendiri kan? Gaya tekan ini akan membuat bola membelok (lintasannya jadi melengkung). Jika bola bergerak dengan kecepatan sekitar 45 dan berotasi dengan 8-10 putaran per detik gaya tekan ini akan membelokkan bola selebar 4 meter. Cukup membuat penjaga gawang kepusingan, bukan? Peristiwa melengkungnya bola ini dalam fisika sering disebut dengan efek Magnus. Gimana? Asyik nggak
Bola Roteiro merupakan bola resmi yang dipakai dalam Euro 2004. Beckham sangat menyukai bola ini, menurut Beckham “bola ini mempunyai efek belokan yang luar biasa, ini dapat membingungkan banyak kiper. Belum pernah orang melihat bola seperti ini, ini akan menjadi bola yang baik untuk bermain”.

Tetapi beberapa tim tidak menyukai bola ini. Vassilis Tsartas pemain tengah Yunani mengatakan bola ini aneh. Karel Bruckner dari Republik Czech mengatakan bahwa bola ini hanya bagus untuk mereka yang melakukan operan jarak pendek seperti para pemain Real Madrid, tetapi menjadi problem bagi tim-tim yang sering melakukan operan jarak jauh seperti tim Czech ini.

Dilihat dari berat dan ukurannya, bola yang diberi nama Roteiro (diambil dari buku harian Vasco de Gamma sang penjelajah dari Portugal) itu, sebenarnya tidak terlalu berbeda jauh dengan bola-bola lain. Perbedaan utamanya adalah bola ini tidak mempunyai jahitan karena penyambungannya dilakukan dengan tehnik panas (thermal-bonding). Dengan tehnik penyambungan ini diharapkan antara bola satu dengan bola lain mempunyai performance dan yang lebih konsisten. Namun karena tidak ada jahitan permukaan bola menjadi lebih licin. Ini akan mengurangi hambatan udara dan memberikan efek magnus yang lebih besar. Akibatnya pada tendangan jauh, bola akan melengkung lebih banyak, dan lebih sulit dikontrol. Seperti komentar pelatih Tim Spanyol Inaki Saez: "As it has no seams it behaves very strangely. It's horrible, difficult to control and to pass."(karena tidak ada jahitan, bola berkelakuan aneh, mengerikan, sukar dikontrol dan sukar dioper). Pemain tengah Joaquin mengatakan: "It's hard to believe they can call this a ball. It lifts a lot and doesn't follow a true line." (sukar dipercaya ini disebut bola, melengkung terlalu banyak dan tidak mengikuti lintasan yang benar). Direktur Bayer Leverkusen, Jurgen Kohler, berpendapat "It looks like a flying saucer, moves around a lot and has a strange flight path." (seperti piring terbang, banyak berputar dan lintasannya aneh). Namun bagi Beckham keadaan inilah yang diharapkan! Bola akan melengkung lebih dalam dan lebih membingungkan penjaga gawang! (***)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar