Jumat, Januari 29, 2010

Tubuh Burung Langsing dan Aerodinamis


Mengapa kebanyakan burung terbang tak memiliki ukuran tubuh yang besar ? Saat ini, Elang barangkali jenis burung terbang yang pada umumnya memiliki berat tubuh besar dan mampu terbang jauh dan bertahan lama. Beberapa jenis bangau yang memiliki berat tubuh sebesar 15 kilogram di Kanada, juga dianggap jenis burung terbang yang memiliki berat tubuh besar.

Namun rekor burung terberat di dunia yang bisa terbang, dipegang oleh burung Kori Bustard (Ardeotis kori) yang hidup di Afrika bagian selatan dan timur laut, yang memiliki berat rata-rata antara 18,2 - 19,1 kilogram, dan mampu terbang lebih lama dibandingkan dengan bangau Kanada. Sedangkan burung terkecil dipegang oleh spesies Bee hummingbirds (Mellisuga helenae) yang memiliki berat tubuh hanya seberat 1 ons dan rentang sayap hanya sekitar 5 sentimeter yang hidup endemik hanya diwilayah Kuba.
Dalam sejarah, pada masa Miosene, sekitar 38 juta hingga 26 juta tahun lalu, pernah ada spesies burung Argentavis di wilayah Argentina, yang memiliki berat tubuh hingga 70 kilogram -seberat rata-rata manusia, dan mampu terbang jauh.

Burung terbesar di dunia sebenarnya dipegang oleh burung unta Afrika Utara (Struthio camelus) yang bisa mencapai berat 156,8 kilogram, tetapi burung ini tidak bisa terbang.

Dalam jurnal Plos Biology, seorang peneliti biologi Sievert Rohwer dari Universitas Washington, mempunyai hipotesa bahwa maksimum berat tubuh yang dicapai oleh seekor burung terbang ternyata sebanding dengan jumlah waktu yang diperlukan untuk menggantikan bulunya meranggas/lepas. Seiring dengan meningkatnya ukuran berat tubuh, tingkat pertumbuhan bulu yang meranggas juga semakin meningkat, yang akhirnya akan membatasi kemampuan burung terbang. Sehingga agar tetap bisa terbang, biasanya burung akan berusaha mempertahankan berat tubuhnya idealnya untuk tetap langsing dan aerodinamis.
Bulu burung biasanya secara periodik akan meranggas/lepas untuk diganti yang bulu baru, untuk menjaga kemampuan aerodinamik tubuh sehingga tetap layak untuk terbang. Burung-burung kecil biasanya bulunya meranggas secara periodik tiap tahun atau tiap dua tahun. Dalam 9 atau sepuluh kali penerbangan beberapa helai bulu akan lepas dan tergantikan dengan yang baru. Bulu yang baru biasanya memerlukan waktu tumbuh sekitar 3 minggu untuk menggantikan yang lama.

Pada burung yang mempunyai ukuran lebih besar, mempunyai pendekatan yang berbeda. Kadang-kadang bulu burung akan meranggas tiap dua tahun atau tiga tahun. Bahkan pada beberapa jenis burung penggantian bulu-bulu sekaligus dengan penggantian lapisan kulit luar. Penggantian bulu burung, kadang juga sebagai bagian untuk kamuflase musuh, sehingga ada warna-warna tertentu yang lebih dulu lepas. Pada jenis-jenis burung yang tidak banyak melakukan aktivitas terbang, seperti Kalkun, proses pergantian bulu burung biasanya akan berlangsung secara bersamaan. Sehingga pada suatu waktu burung terlihat polos, gundul.

Seiring peningkatan berat tubuh burung, panjang bulu burung biasanya juga akan semakin meningkat, sampai sepertiga dari berat massa tubuh. Yang akan mampu meningkat sampai sepuluh kali lipat, sebelum bulu itu meranggas lagi. Seekor burung dengan berat sekitar 10 kilogram, rata-rata tiap bulunya akan menempel ditubuh selama 56 enam hari, sebelum meranggas digantikan bulu yang baru. Namun masing-masing bagian tubuh burung, mempunyai waktu tumbuh kembang bulu burung yang berbeda-beda. Bulu pada kepala burung akan lebih lama bertahan dibanding bulu pada tubuh, bahkan bulu-bulu pada sayap. Belum lagi strategi ini juga dipengaruhi lingkungan seperti bulu sebegai bagian dari teknik kamuflase atau mempertahankan diri.

Sievert Rohwer mengakui adanya kompleksitas untuk mempelajari startegi kemampuan meranggas tidaknya bulu-bulu burung. Namun Sievert Rohwer menunjukkan bahwa rahasia kenapa sebagian besar burung tampak selalu langsung dibandingkan dengan bulu-bulunya, karena memang proporsi berat tubuh sangat dipengaruhi dengan tingkat pertumbuhan bulu-bulu. Tentu saja, studi ini pada kondisi ideal, dimana tersedia kebutuhan makanan bagi burung tersedia cukup, bukan pada burung yang sedang kelaparan.

Sievert juga berpendapat pada jenis burung Argentavis dari jaman Miosen, kemungkinan proses pergantiang bulu berlangsung bersamaan, tidak per helai bulu. Proses pergantian bulu, sekaligus berlangsung dengan pergantian kulit luar, akibat akumulasi lemak tubuh yang berlebihan.

SCIENCEDILY l WAHYUANA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar