Rabu, Maret 31, 2010

Hujan Helium di Jupiter

NEW YORK--MI: Sebuah penelitian meyakini bahwa di planet Jupiter terjadi hujan helium. Hal tersebut, yang menurut para peneliti, diharapkan dapat menjelaskan keanehan planet tersebut yakni sangat sedikitnya kandungan neon di atmosfernya.

Neon adalah kandungan gas yang langka di lapisan atas atmosfer Jupiter. Neon mungkin saja menyusup ke luar atmosfer dan bergabung dengan helium sehinga terkondensasi. Ini yang akhirnya berubah menjadi hujan di tingkat atmosfer yang lebih rendah.

"Awalnya, helium berkondensasi sehingga menjadi uap air di lapisan atas Jupiter. Namun sama seperti awan, begitu uap air semakin banyak, helium akan ikut jatuh sebagai hujan," ungkap salah satu peneliti masalah tersebut, Hugh Wilson.

Menurutnya, neon dapat dengan mudah bercampur dengan helium, larut dalam air, dan bersama-sama jatuh ke permukaan planet Jupiter sebagai hujan. Meskipun demikian, Wilson dan rekannya Burkhard Militzer tetap belum menemukan jawaban akan hilangnya neon di Jupiter.

Pasalnya, konsep hujan di bumi tidak bisa serta merta diterapkan dengan proses hujan helium di Jupiter. Mereka masih akan melakukan penelitian lanjutan menggunakan teknologi simulasi komputer untuk memprediksi hubungan antara hilangnya kandungan neon di Jupiter dan adanya hujan helium tersebut. (Mar/SPACE/OL-04)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar