Selasa, Februari 02, 2010

Rahasia Pesawat Bisa Terbang




Pesawat terbang dipopulerkan oleh wright bersaudara pada tahun 1912. Dua orang amerika itu bukanlah orang pertama yang menemukan kendaraan terbang. Sebelumnya sudah ada leonardo da vinci, langley, hingga seorang jerman otto lilienthal yang berupaya untuk menggagas supaya manusia bisa terbang layaknya burung. Titik terang muncul ketika pertama kali dalam sejarah manusia, otto lilienthal seorang sarjana mesin jerman, menerbangkan glider tak bermesin pertama kali dari atas bukit hingga berhenti pada landasan tertentu. Penemuan otto lilienthal ini terdengar hingga ke penjuru dunia termasuk amerika. Hingga akhirnya berkunjunglah wright bersaudara ke jerman, tempat dimana otto lilienthal tinggal. Dengan menambahkan mesin pada glider yang dibuatnya kemudian hari di amerika, tentunya dengan meniru konsep asli alasan pesawat bisa terbang, wright bersaudara mencatat sejarah sebagai orang yang terbang menggunakan pesawat bermesin tanpa harus terbang dari bukit. Mengapa pesawat bisa terbang ???

Dalam dunia aeronautika ada beberapa hal yang harus diketahui untuk mengetahui mengapa pesawat bisa terbang :
Aerodinamika pesawat
Ilmu ini adalah kunci pertama yang menyebabkan pesawat bisa terbang. Dinamika fluida udara yang terjadi dalam permukaan kulit pesawat. Kita tahu bahwa sebagian besar pesawat terbang memiliki sayap. Dinamika fluida udara yang terjadi pada permukaan sayap adalah kekuatan kunci mengapa pesawat bisa terbang.
Contoh konkritnya seperti ini, coba gunakan papan seluas 1 m2 untuk membuktikannya. Anda angkat papan itu. Lantas anda naik motor dengan kencang, bisa dipastikan bahwa tangan anda akan merasakan bahwa seolah-olah papan itu akan terlepas dan terbang dari tangan. Ada lagi contoh lainnya, anda kendarai modil sedan seperti civic atau corolla altis dan bandingkan bus. Kecepatan 100 km/jam akan memberikan efek yang berbeda pada kedua jenis kendaraan. Akan lebih terasa ringan ketika anda menggunakan mobil sedan.
Secara fisika, hal ini sangat wajar. Misalkan papan tadi, anda merasakan bahwa papan serasa akan terbang. Tekanan permukaan bawah papan lebih besar dibandingkan permukaan atasnya. Mengapa tekanan dibawah secara alami bisa lebih besar? Hal ini disebabkan oleh kecepatan udara pada permukaan atas papan yang lebih besar dibanding permukaan bawahnya. Beda tekanan ini menyebabkan gaya angkat pada papan.
Hal ini berlaku juga untuk sayap pesawat terbang. Karena bentuk pesawat streamline dan smoot sehingga menyebabkan selisih tekanan yang begitu besar antara permukaan atas dan bawah. Aerodinamika pesawat inilah yang menentukan bentuk pesawat terutama sayap, seberapa streamlinenya untuk mendapatkan gaya angkat atau lift tertentu sehingga pesawat bisa terbang jauh diatas awan. Sederhana kan!!!
Struktur ringan
Meskipun streamline bentuknya sehingga didapatkan selisih tekanan besar untuk terbang, kalau tidak didukung oleh material pesawat yang ringan maka mustahil pesawat bisa terbang. Tidak asal pakai besi atau aluminium untuk struktur pesawat. Dan perlu diingat bahwa pesawat tidak dibuat hanya dengan satu jenis material. Ada aluminium alloy (Al2024, Al7075), titanium alloy, komposit, baja untuk landing gear/roda pesawat.
Prinsip struktur pesawat sangat berbeda dengan bangunan sipil. Kalau bangunan kurang kuat maka tinggal tambah semen atau material kuat lainnya, itu tidak berlaku untuk pesawat. Khusus untuk pesawat, materialnya harus kuat tetapi ringan. Sehingga harus dilakukan riset mendalam untuk memperoleh bahan seperti yang diinginkan. Ingat, kuat tapi ringan !!!
Sistem pesawat
Untuk terbang, diperlukan navigasi, listrik, dll. Inilah yang disebut sistem pesawat/avionics. Meliputi instrumen yang ada pada kokpit pesawat seperti pengukur tekanan, kecepatan, GPS untuk navigasi. Termasuk juga black box. Kotak hitam yang warnanya orange.
Engine
Komponen ini penting karena memberikan gaya dorong kedepan untuk membuat pesawat bisa terbang. Untuk bisa terbang terangkat ke atas memang diperlukan beda tekanan dari ilmu aerodinamika pesawat. Akan tetapi untuk mendapatkan beda tekanan itu, saat dilandasan pesawat harus didorong kedepan dengan kecepatan minimal tertentu sehingga memiliki gaya angkat tertentu untuk terbang. Ketika diatas pun mesin harus tetap operasi karena memberikan gaya dorong ke depan.

Jadi kesimpulannya, diperlukan integrasi ilmu dalam membuat pesawat terbang sehingga mampu beroperasi sesuai dengan keinginan kita. Tetapi yang utama adalah bagaimana bisa menghasilkan gaya angkat atau lift untuk terbang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar